Hobi Ngopi Itu Minimalkan Depresi

Posted: 9 May 2012 in F.Y.I.

Hobi menyeruput kopi atau yang biasa kita sebut ngopi ternyata menguntungkan bagi kesehatan mental. Penelitian menunjukkan para wanita yang hobi ngopi memiliki resiko lebih rendah untuk menderita depresi dibanding wanita yang tidak pernah ngopi atau hanya ngopi secangkir sehari.

Meski masih terlalu dini untuk merekomendasikan kebiasaan ngopi demi mencegah depresi, tetapi hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Archives of Internal Medicine tersebut setidaknya bisa mengurangi perasaan bersalah para pecandu kopi.

“Hasil riset ini bisa mengurangi citra negatif dari konsumsi kopi. Kafein dalam dosis tinggi selama ini dikaitkan dengan gejala kecemasan dan penyakit psikiatri lainnya sehingga banyak ahli menyarankan untuk mengurangi kopi,” kata Dr. Christopher Cargile, ahli psikiatri dari Texas yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sekitar 80% kafein di dunia dikonsumsi dalam bentuk kopi. Kafein sendiri merupakan stimulan sistem saraf yang paling banyak digunakan. Penelitian menunjukkan kafein berpengaruh pada kesehatan jantung, inflamasi dan kanker. Namun hanya sedikit peneliti yang tertarik mengetahui efek kafein pada mood.

“Dalam jangka pendek kafein memiliki efek positif pada mood, meningkatkan energi dan membuat kita langsung terjaga. Karena itu menarik untuk tahu apa efeknya dalam jangka panjang,” kata peneliti senior Dr. Alberto Ascherio, profesor epidemiologi dan nutrisi dari Harvard School of Public Health di Boston.

Dalam penelitian yang melibatkan 51.000 wanita berusia rata-rata 63 tahun, para peneliti mengikuti kesehatan mereka. Di awal penelitian, tidak satupun responden yang dilaporkan menderita depresi atau mengonsumsi antidepresan.

Para wanita yang mengonsumsi 4 cangkir kopi setiap hari resikonya untuk menderita depresi berkurang 20%, sementara yang mengonsumsi 2 sampai 3 cangkir, resikonya menurun 15% dibandingkan dengan yang minum secangkir kopi setiap hari.

“Kafein memiliki efek pelepasan beberapa neurotransmiter, termasuk dopamin dan serotonin. Hal itu tentu berpengaruh pada pengaturan mood dan depresi,” kata Ascherio yang juga menjadi dosen di Harvard Medical School. Meski begitu sebenarnya efek jangka panjang kafein belum diketahui. “Jika kafein memiliki efek antidepresan, kita bisa mengambil kandungan yang paling kuat efeknya dalam mengusir depresi,” katanya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s